![]() |
| Sumarli , Kds Sumengko |
Ngawi, OposisiNews.Co.Id - Diduga secara masif Pemerintahan desa Sumengko Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi yang dipimpin Sumarli ( Kepala Desa Sumengko ) melakukan mar-up anggaran pembangunan desa , salah satunya memanfaatkan material bekas seperti , Besi dan membiaskan sumber anggaran .
Dari reverensi yang tercatat berita OposisiNews pemerintah desa Sumengko dengan sengaja telah melakukan 1 kegiatan disatu titik berupa rabat jalan dengan estimasi total anggaran Rp 182 juta perincian sumber anggaran dari Bantuan Keuangan ( BK ) dan Dana Desa ( DD ) . Usut punya usut kasus dobel anggaran tersebut tidak sampai ke ranah hukum dengan alibi adanya kesalahan RAB ( RAB lama ) dan itu dibenarkan oleh semua pihak baik dari Tim monitoring Kecamatan Kwadungan dan Inspektorat Ngawi.
Bak pepatah ' Sepandai pandainya tupai melompat akan jatuh juga ' benarkah akan menjadi konsekwensi pemerintah desa Sumengko yang dipimpin tokoh religius ( SM ) dalam kasus mar-up anggaran desa tahun 2023 dengan memanfaatkan besi ( kerangka cor block jembatan ) mengunakan besi bekas dan berkarat.
![]() |
| Kerangka cor mengunakan Besi bekas yang berkarat |
Sementara dari data Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan Drainase Blok Pasar desa , total biayanya mencapai Rp50 juta rupiah. Dengan rincian Rp 18 juta untuk pengadaan Besi dan Rp 15 juta pengadaan Beton Cor .
Dari informasi tokoh masyarakat berinisial SL yang dihimpun awak berita OposisiNews , pelaksanaan pekerjaan drainase dipimpin langsung oleh SM ( kades ) secara solo/sendiri tanpa melibatkan tokoh di masyarakat bahkan pengelola anggaran keuangan desa berinisial PS diduga tidak mengetahui fakta lapangan .
Bahkan lebih memprihatinkan kasus mar-up besi lama untuk kegiatan infrastruktur desa sempat terpublikasi oleh media online di karisidenan Madiun , namun sampai saat ini belum ada sangsi / tindakan tegas oleh pemkab Ngawi dan mengantarkan kepala desa dibalik jeruji besi , ADA APA ? SIAPA DIBALIK KEPALA DESA SUMENGKO ?
Untuk mengetahui fakta dan perimbangan berita yang beredar , awak berita OposisiNews mencoba menghubungi SM melalui telpon selulernya , sayang telpon KDS yang aktif ( Online ) enggan memberikan klarifikasi atas kasus tersebut . Red**







0 comments:
Posting Komentar