Bojonegoro.OposisiNews.Co.id - Kegiatan pembangunan pekerjaan bronjong yang ber sumber dana dari Dinas PU SDA (pekerjaan umum Sumber daya air ) Bojonegoro ,yang menelan dana 615 167.800 .00 , diduga tidak sesuai dengan spek .
Hal itu mencuat ke publik berkat salah satu warga Ngasem yang berada di lingkungan pembagunan Bronjong sungai di desa Ngadi luwih Kecamatan Ngasem menuturkan pada awak media OposisiNews . " Proyek Bronjong di desa saya dikerjakan asal-asalan , apa ngak bahaya nantinya " .
Mendasar informasi warga salah satu awak media mencoba melakukan pemantau dilokasi yang disampaikan warga . Benar banyak kejanggalan dalam pembangunan Bronjong sungai itu , tiba - tiba tidak tahu dari mana awak media didatangi salah satu warga desa dengan marah-marah pada awak media yang ternyata warga tersebut sudah diamanahi untuk menjaga keamanan proyek oleh rekanan yang mengerjakan.
Dari informasi yang dihimpun warga tersebut berinisial SL ( Solikin ) warga RT, 01RW,01 diduga sebagai preman / orang bayaran konsultan proyek tersebut guna untuk mengamankan pekerjaan tersebut serta sebagai penghalau bila mana ada Ormas , LSM dan Media yang datang ke lokasi kegiatan . Dengan tujuan agar tidak dapat melihat jalannya pembagunan Bronjong di tebing sungai Ngadiluwih .
Di lihat dengan cara pemasangan batu dan cara penyambungan /penyekat kawat Bronjong tidak sampai meliputi kebawah tingkat, cara memasang batunya juga tidak sesuai spek yang seharusnya tersusun menghadap keatas fakta dilapangan batu tersusun tengkurap . Tidak hanya itu saja, besi kawat yang digunakan yang untuk membungkus batunya apabila di lihat sekilas terlihat tidak sesuai spek rabnya.Salah satu warga dilokasi kegiatan yang enggan namanya di publikasikan berujar , " Proyek Bronjong ini terkesan asal jadi dan demi mengejar target terselesaikannya kegiatan tersebut sebelum musim hujan turun , mau menegur warga enggan karena dijaga preman yang stanbay dilokasi ".
Konsultan pelaksana kegiatan CV Pahala Abadi saat di konfirmasi awak media guna untuk mengklarifikasi dan melihat buku panduan struktur kegiatan proyek justru terkesan menghidar dan mengabaikan awak media .
Ironi , bahkan pelaksana , pengawasan tidak tampak batang hidungnya . Sementara sudah seperti perintahkan semua pekerja untuk tutup mulut terkaid informasi pekerjaan Bronjong . Saat di panggil oleh pihak Kelurahan , tidak satupun perwakilan dari rekanan yang bersedia datang untuk menjelaskan kegiatan pembangunan pelindung tebing sungai/kali di desa Ngadi luwih .
Harapan warga sekitar lokasi kegiatan tersebut berharap kepada pemerintah daerah yang khususnya yang membidangi di kegiatan untuk melakukan monitoring pembagunan Proyek Bronjong tersebut agar di kemudian hari disaat banjir datang tidak hancur kena terjangan ombak besar .( WHY)







0 comments:
Posting Komentar