Blora,OposisiNews.Co.Id -"Proyek infrastruktur peningkatan jalan Sambong ngroto berupa Rijid beton tepatnya di depan SD 2 ngroto, kecamatan Cepu kabupaten Blora Jawa Tengah diduga sarat mar-up material bangunan , terbukti banyaknya badan jalan yang usai dekerjakan mengalami retak-retak dan patahan di beberapa titik.
Dari Hasil pemantauan awak Media, terlihat hasil pekerjaan yang dikerjakan asal jadi , kondisinya sangat mengecewakan warga penguna jalan.
Dengan kondisi itu membuat sebagian masyarakat menuding bahwa kontraktor gagal menjalankan program sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR ) Pemerintah kabupaten Blora lemah dalam pengawasan kegiatan.
Menurut warga saksi terjadinya retakan jalan disebabkan dilewati truk proyek jalan bermuatan pedel guna untuk mengguruk berem jalan rigid beton tersebut sementara kondisi jalan belum normal ( baru selesai dikerjakan / cor ) .
Menurut AG ( 35 TH ), " Jalan baru selesai dicor sekitar 2 Minggu sudah di lewati truk muatan pedel , posisi Jalan juga masih ditutup dan diberi rambu rambu agar kendaraan belum boleh lewat . diduga pelaksana kegiatan memaksakan untuk bisa lewat dengan harapan , kegiatan cepat selesai 100% dan segera diajukan pada dinas PURP blora ".ujarnya.
" Sangat disayangkan Proyek yang menelan biaya kurang lebih 716 juta dari APBD Blora yang baru hitungan hari , Pekerjaan jalan rigit beton sudah banyak yang retak diduga kualitas spek beton tidak sesuai aturan dengan, kualitas yang tertulis di dalam RAB konstruksi, bangunan jalan rigid beton ",imbuhnya.Lebih lanjut, AG juga mengatakan adanya dugaan lemahnya sistem pengawasan dengan tidak adanya metode pekerjaan yang jelas, ditambah lagi tidak adanya quality control baik secara teknis di lapangan maupun pengawasan di saat mengecor beton yang dipasangkan, sehingga menyebabkan kualitas pengerjaan proyek tidak memenuhi standar kualitas.
"Harapan masyarakat sekitar lokasi proyek ngroto , Sambong agar pihak Dinas pekerjaan umum dan penata ruang ( DPUPR ) pemkab Blora . segera turun ke lokasi proyek dan memeriksa ulang , kualitas pekerjaan tersebut ," pungkasnya. why







0 comments:
Posting Komentar