Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur

OPOSISI TERKINI

Oposisi Update

Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Home » » No Peserta 006 Nofitasari ,Camat Kasiman Yang Berbusana Adat Jawa Curi Perhatian Penonton Karnafal HUT RI Ke 78

No Peserta 006 Nofitasari ,Camat Kasiman Yang Berbusana Adat Jawa Curi Perhatian Penonton Karnafal HUT RI Ke 78

Written By BBG Publizer on Senin, 21 Agustus 2023 | 08.03

Bojonegoro , OposisiNews.Co.Id - Kemeriahan pawai pembangunan ' Karnaval ' dalam menyabut HUT RI ke 78 di Kec.Kasiman Kab.Bojonegoro terasa istimewa dari 3 tahun sebelumnya yang sempat vakum .


Semua tidak lepas dari keterlibatan Nofitasari , Camat Kasiman yang berjalan anggun dengan busana Jawa diantara rombongan peserta karnaval.


Pawai pembangunan yang berangkat ( star ) dari depan kecamatan Kasiman menuju titik finish lapangan desa besah yang berjarak kurang lebih 5 KM ,  disepanjang jalan tampak antusias warga warga Kasiman dan sekitarnya memadati sepanjang rute karnaval dengan tidak memperdulikan panas matahari yang menyengat.


Yang layak menjadi catatan , selama digelar pawai pembangunan ' Karnaval ' baru pada (HUT) ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), semua OPD kecamatan kasiman dilibatkan mengikuti dengan di pimpin langsung camat kasiman.


Diperkirakan diikuti lebih dari 20  peserta  dari 10 desa di kecamatan kasiman , instansi dan  lembaga pendidikan mulai SMP, MTS,SMA Negeri maupun swasta se kecamatan kasiman  , karnaval sukses digelar .


Ketua panitia umum HUT ke 78 RI kecamatan kasiman. Suncoko menjelaskan , setiap desa maupun instansi di seluruh kecamatan kasiman di wajibkan mengikuti pawai pembangunan ' karnaval '. 


“Pawai budaya Jawa dan umum ini artinya hanya khusus warga masyarakat kecamatan kasiman   tingkat sekolah menengah, sekolah menengah atas hingga dewasa, maupun umum dari desa - desa sekecamatan kasiman, ” ujarnya.


Selain memeriahkan HUT ke 78 RI, Suncoko berharap dengan adanya kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kerukunan rasa / jiwa nasionalisme warga masyarakat seluruh kecamatan kasiman. 


“Semoga dengan adanya kegiatan ini warga masyarakat Kasiman semakin bertambah guyup rukun, dan kedepan dapat terselenggara lagi,lebih bagus dan meriah. (Why.)

Home » » MELESTARIKAN ADAT BUDAYA TRADISIONAL: LARUNG SESAJI DI PANTAI TAMBAKREJO BLITAR

MELESTARIKAN ADAT BUDAYA TRADISIONAL: LARUNG SESAJI DI PANTAI TAMBAKREJO BLITAR

Written By BBG Publizer on Sabtu, 22 Juli 2023 | 22.12


BLITAR,OposisiNews.co.id.-
Pantai Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, kembali menjadi saksi keseruan dan kekhidmatan acara tahunan yang telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat setempat. Pada Jumat, tanggal 21 Juli 2023, ribuan warga antusias mengikuti Larung Sesaji 1 Muharram 1445 H yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga selesai. 


Kegiatan sakral ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, pejabat penting, serta masyarakat dari Desa Tambakrejo dan sekitarnya. Forkopimda Kabupaten Blitar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar, dan Administrator Blitar (ADM) adalah di antara tokoh yang turut hadir dalam peristiwa yang dinantikan ini. 


Rangkaian kegiatan dimulai dengan Muspika Wonotirto dan tokoh setempat berkumpul di Joglo Gapuro Tambakrejo. Di bawah pengawalan Pinisepuh adat pantai Tambakrejo, rombongan berjalan menuju Joglo Gapuro sambil mengucapkan doa yang dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wonotirto. 


Ketika tiba di Joglo Gapuro, sambutan hangat dari Kepala Desa Tambakrejo, yang diwakili oleh Sekretaris Desa Tambakrejo, serta sambutan dari Bupati Blitar, menyambut para hadirin. Bupati Blitar juga mengungkapkan makna dan pentingnya Larung Sesaji bagi masyarakat setempat, menjelaskan bagaimana kegiatan ini mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan. 


Mbah Sangkrah, atau yang lebih dikenal sebagai Pinisepuh adat pantai Tambakrejo, menerima penghormatan dengan cinderamata puspita dan pemukulan gong oleh Bupati. Sebagai bagian dari tradisi adat, Mbah Sangkrah memberikan ujub yang menghadirkan nuansa khusus dalam acara tersebut. 


Setelah seremoni di Joglo Gapuro, persiapan Larung Sesaji dilakukan untuk memindahkan sesaji dan peralatan ke area IPP Pantai. Dalam prosesi ini, Bupati Blitar dan para tokoh menggunakan kapal perayu dan prahu Bout untuk membawa sesaji ke laut. Kegiatan ini berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib, melibatkan sekitar 500 orang peserta dan pengunjung. 


Menariknya, dalam perjalanan menuju ke area IPP Pantai, Kapolsek Wonotirto, AKP Supriadi, SH, juga bergabung dengan rombongan hingga mencapai jarak sekitar 3 mil dari bibir pantai laut. Kehadiran Kapolsek memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat dalam mempertahankan tradisi dan budaya yang melekat dalam kehidupan mereka. 


Larung Sesaji 1 Muharram 1445 H di Pantai Tambakrejo tidak hanya menjadi ajang keagamaan semata, tetapi juga menjadi momentum bersatu dan menjaga kearifan lokal. Acara berakhir dengan sukses dan kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah di Kantor IPP Tambakrejo, di mana masyarakat dapat saling berbaur dan berbagi cerita. 


Kegiatan ini telah menegaskan bahwa warisan budaya dan tradisi sakral masih terus dilestarikan dan dijaga oleh masyarakat setempat. Semoga kegiatan Larung Sesaji di Pantai Tambakrejo akan terus berkembang dari generasi ke generasi, memperkuat ikatan sosial, dan menjadi inspirasi bagi upaya melestarikan Budaya tradisional di seluruh Indonesia.(DD).

Home » » Nyadran Desa Kendung Kecamatan Padangan Gelar Tradisi Wayang Kulit

Nyadran Desa Kendung Kecamatan Padangan Gelar Tradisi Wayang Kulit

Written By BBG Publizer on Sabtu, 01 Juli 2023 | 10.33


Bojonegoro.OposisiNews.co.id -
Bersih desa atau yang akrab disebut ' Nyadran ' oleh sebagian masyarakat Jawa merupakan tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan desa ( wilayah ) untuk melakukan ucapan syukur pada Allah dan mengingat sosok yang merintis berdirinya wilayah / desa yang kerap disebut ' Leluhur '.

Tepatnya pada hari Jumat Pahing ,tanggal 30/06/2023 desa Kendung Kec Padangan, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur , merupakan salah satu desa adat yang tiap tahun melakukan Nyadran / Bersih desa dengan mengelar Wayang Kulit . Dalam acara itu terlihat nilai-nilai kerukunan warga tanpa memandang status sosial dan gender sebagai bukti Negri Adi Luhung , Tata Tentrem Kerta Raharjo. 

Dalam melaksanakan kegiatan itu tersirat rasa bangga dan antusias pada warga desa mulai dari Pengalangan dana ( iuran ) dan menyiapkan makanan , karena acara Nyadran / Bersih desa Kendung sempat vakum 3 tahun dampak pembatasan sosial akibat  pandemi Covid 19 . Untuk melampiaskan kegembiraan itu Pemdes Kendung bersama warga baru kali pertama mengelar bersih desa secara meriah semenjak pandemi. 

Ritual demi ritual ( acara ) mulai dari membersihkan tempat yang diyakini sebagai tempat leluhur desa ( Keramatan ) dan sedekahan hasil bumi merupakan tradisi turun temurun dilaksanakan secara tertip dibawah bimbingan pemuka masyarakat ( tokoh adat ) untuk berdoa, memohon kepada Allah yang maha kuasa  agar di berikan kemudahan, segala urusan dan hasil panen yang melimpah, dijauhkan dari segala macam marabahaya, serta diberi kesehatan dan ketentraman desa.

Dengan adanya kegiatan ini , masyarakat desa Kendung  bersepakat untuk menyuguhkan kesenian wayang kulit siang dan malam dimana pada siang hari di  ditempatkan depan sendang gede, dengan dalang Ki wangsit winursito dengan  lakon "sri muleh"

Begitu pula pada malam hari kesenian wayang kulit, ditempatkan samping balai desa Kendung . 

Pada malam hari kesenian Wayang kulit tersebut mengangkat tema lakon, " Kumbo karno gugur " bersama  Ki dalang Sigit Ariyanto. dari Rembang . 

" Wayang kulit salah satu kesenian budaya Jawa yang selalu dipesankan ( diwejangkan ) oleh para tokoh masyarakat , tokoh adat pada warga masyarakat desa Kendung untuk tetap melestarikan dan menjaga tradisi dan budaya desa kita , ungkap Kades  Kendung Pujiono . 

Acara bersih desa Kendung dihadiri oleh orang nomor 1 di kabupaten Bojonegoro, Anna Mu'awanah berserta rombongan forkompincam Kecamatan Padangan dan Akd(Asosiasi kepela desa)Padangan sebagai bentuk rasa sukur masyarakat atas nikmat yang telah di berikan Allah SWT, kepada warga desa setempat. 

Walaupun  keadaan sudah beransur baik dan normal  seperti sedia kala akan tetapi dari pihak panitia penyelenggara nyadran /sedekah bumi selalu  mengingatkan kewaspadaan terhadap covid 19 dan selalu menjaga kesehatan. 

(Ksl why. .)

Home » » Dr. Yanto Pejabat MA Jadi Dalang di Festival Mie Bakso

Dr. Yanto Pejabat MA Jadi Dalang di Festival Mie Bakso

Written By BBG Publizer on Minggu, 25 September 2022 | 14.26


Jakarta , OposisiNews.Co.Id - 
Bak terpengaruh dengan isu miring yang sedang menerpa institusi Mahkamah Agung, Direktur Tindak Pidana Mahkamah Agung Republik Indonesia Dr. Yanto, SH, MH sibuk dengan kegiatan kemasyarakatan. Dr. Yanto ikut aktif berpartisipasi memeriahkan Festival Mie Bakso & Bazar UMKM serta Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Lahirnya Wisanggeni.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di halaman parkir Gedung RRI, Semarang dalam rangka pengukuhan Pengurus Pusat APMISO Nusantara (Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso), dimana Ki Yanto tampil sebagai Dalang bersama Ki Sri Kuncoro Brimob pada Sabtu (24/09/2022).

Menariknya, pada kegiatan tersebut hadir pula Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Partai Perindo) yang juga pemilik perusahaan MNC Group Hary Tanoesoedibjo serta tentunya Ketua Umum APMISO Nusantara Lasiman. Kegiatan ini makin meriah dengan kehadiran bintang tamu Endah Laras, Woro Mustiko, Cak Yudho Bakiak dan Cak Kaila.

Dalam kesempatan tersebut Mendag Zulhas mengukuhkan Pengurus Pusat APMISO Nusantara dan menegaskan tentang perhatiannya terhadap pedagang mi dan bakso yang harus mendapat perhatian lebih serta harus diberi dukungan, terutama soal harga bahan pokoknya.

"Inikan mi dan bakso usaha UMKM yang merata ada di seluruh Indonesia jadi harus mendapat perhatian, kita dukung terutama untuk bahan pokok tepung, daging, mi, bawang, hingga minyak goreng," kata Zulhas.

Sedangkan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanusudibyo yang didaulat sebagai Dewan Pakar APMISO Nusantara mengatakan, UMKM adalah kunci kebangkitan ekonomi pada saat krisis pada tahun 1998.

"Oleh karena itu saya siap membantu pelaku UMKM utamanya APMISO agar naik kelas melalui jaringan MNC Group dan MNC Group, yang juga memiliki MNC Bank sehingga pedagang bakso yang kesulitan permodalan bisa mengajukan kredit, termasuk memberikan edukasi berupa cara pengolahan bakso yang enak, higienis, dan halal," urainya.

Di sela kegiatan, Ki Yanto bertutur : "Sejak dulu hiburan budaya akan menjadi magnet yang menarik perhatian banyak penonton, khususnya pagelaran wayang kulit akan menjadi hiburan sekaligus ada makna pelestarian nilai-nilai kearifan budaya lokal serta ada nilai-nilai edukasinya.” 

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini menghadirkan ratusan pegadang kecil kuliner UMKM untuk menjajakan dagangan masing-masing dan menariknya tak kurang dari 2.000 porsi bakso ikut digratiskan bagi warga pengunjung.

Hadir secara khusus Tim LSP Pers Indonesia dari Jakarta yaitu Soegiharto Santoso alias Hoky, Vincent Suriadinata, SH.,  MH., CTA dan Hendra Juenda, ikut menyaksikan pertunjukan ini. 

Dalam kesempatan tersebut Hoky, sapaan akrab Soegiharto Santoso, mengapresiasi penyelenggaran pergelaran wayang kulit di Semarang ini. Sebagai penggemar pertunjukan wayang, Hoky mengaku sebelumnya sempat pula menghadiri pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan cerita Semar Mbangun Kayangan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri pada 2 Juli 2022 yang lalu. Bahkan Hoky dan Vincent telah beberapa kali hadir saat Ki Dr. Yanto, pentas di TMII Jakarta.

“Saya sangat senang dan bangga diundang menyaksikan pertunjukkan wayang dengan penampilan Ki Yanto sebagai Dalangnya. Kami semua yang hadir sangat terhibur dan terpukau dengan penampilan beliau, dan ternyata beliau juga akrab dengan teman-teman wartawan di Semarang yang ikut menyaksikan pertunjukan,” ungkap Hoky.

Hoky juga mengapresiasi sikap pejabat MA yang satu ini dalam hal berkomunikasi dengan wartawan, termasuk dengan dirinya yang selalu dijawab ketika melakukan komunikasi lewat pesan singkat melalui aplikasi Whatsap. “Hingga saat ini beliau tetap berkenan melayani dan menjawab komunikasi teman-teman wartawan via WA, padahal dengan jabatan beliau saat ini sebagai Direktur (Panmud) Pidana Umum MA, pasti sangat sibuk sekali,” ungkap Hoky yang juga merupakan wartawan media online Biskom dan Guetilang.com.

Sosok Ki Yanto yang merupakan putra terbaik Gunung Kidul Yogyakarta ini didaulat sebagai Ketua Nasional Paguyuban Gunung Kidul Jateng, dimana sebelumnya sempat menjabat Hakim di Pengadilan Tinggi Denpasar Bali dan pernah pula bertugas sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Yanto juga dikenal luas sebagai hakim yang cukup ditakuti para koruptor, terbukti ketika dia menjatuhkan vonis 15 tahun penjara terhadap mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, meski saat itu Setya Novanto dikawal sejumlah kuasa hukum terbaik di Indonesia. 

Selain Perkara Tipikor, Dr. Yanto juga pernah mengadili perkara terorisme yaitu pengeboman di Hotel JW Marriott Jakarta,  serta kasus pelik tentang pelecehan seksual di JIS (Jakarta International School).

Reputasi Dr. Yanto tidak hanya dalam menjalankan tugas utamanya sebagai hakim yang dihadapkan dengan puluhan perkara besar, namun dia juga menjabat sebagai Ketua Umum PMJB (Persatuan Masyarakat Jawa Bengkulu) serta sebagai akademisi atau Dosen S3 di Universitas Jayabaya Jakarta.

Saat menjabat Ketua PN Jakarta Pusat, Dr. Yanto berhasil membenahi perangkat sistem peradilan yang sangat berarti untuk peningkatan pelayanan bagi para pencari keadilan yang hingga saat ini dapat dinikmati oleh masyarakat di PN Jakarta Pusat.

Terbukti sistem Pelayanan Hukum Relay ON (Registrasi dan Layanan Online), Program Integrated Crime Justice Online, Gugatan Online, dan 3 ruang sidang teleconference yang dibangun, serta fasilitas tercanggih Videotron ukuran 3 X 4 Meter semakin memudahkan proses hukum bagi para pihak yang berperkara.

Bahkan sempat membangun Masjid Al-Ihklas yang mewah dan artistik dua lantai dengan terselesaikan cepat, melakukan MoU dengan Mabes Polri, Kejagung, Densus 88, PPATK yang semuanya terkoneksi dengan pihak Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), mendapatkan Sertifikat Iso 4.0 dan Akreditasi Berskala Internasional.

Keunikan pejabat MA yang satu ini masuk kategori multitalented. Pejabat yang sangat familiar dengan kalangan wartawan ini ternyata piawai juga bermain gitar dan pandai bernyanyi. ( Red )


(Penulis : Soegiharto Santoso, Ketua Pendiri LSP Pers Indonesia dan Ketua OKK DPP SPRI)

Home » » "Nguri - Uri Budoyo" Dan Rayakan HUT RI Ke 77 warga Desa Ngaglik Kecamatan Kasiman Gelar kesenian wayang kulit

"Nguri - Uri Budoyo" Dan Rayakan HUT RI Ke 77 warga Desa Ngaglik Kecamatan Kasiman Gelar kesenian wayang kulit

Written By BBG Publizer on Senin, 29 Agustus 2022 | 13.58


Bojonegoro.OposisiNews co id - 
 Bak pepatah sekali gayung dua pulau terlampaui begitulah masyarakat Ngaglik dalam mengisi dan merayakan agenda desa tiap tahun ' Bersih Desa / Nyadran ' yang bertepatan dengan momen Nasional memperingati HUT RI ke 77  ,

Warga  Desa Ngaglik Kec Kasiman Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, terlihat guyup rukun bergotong royong untuk merayakan dua momen penting desa yang bakal digelar pada hari minggu tgl 28 Agustus 2022 .

Setelah dua tahun lebih fakum , tidak ada kegiatan nguri-uri kearifan lokal / budaya adat dan  perayaan HUT kemerdekaan RI yang biasa diadakan rutin tiap tahun , akibat pandemi Covid 19, saat ini warga desa kembali lega dengan menurunnya pasien tertular virus dan adanya kelonggaran oleh pemerintah untuk bisa kembali melakukan kegiatan seperti awal mesti harus tetap patuh prokes.



Lampu hijau dari pemerintah disambut suka cita warga desa Ngaglik untuk kembali merayakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan oleh desa.Kegiatan nyadran biasa  dilakukan setiap tahun , kali ini dilaksanakan secara meriah semenjak pandemi. Tercermin warga desa sangat antusias melakukan gotong - royong berswadaya menyediakan biaya yang dibutuhkan untuk acara nyadran / bersih desa. 

Tidak berhenti disitu aja , warga desa juga membawa makanan alakadarnya di tempat  yang di keramatkan ( Pundhen ) didesa yang disakralkan dan sudah berjalan sejak nenek moyang sampai sekarang sebagai kearifal lokal desa Ngalik yang sampai sekarang masih terpelihara. 

Terlihat Warga desa dipimpin pemangku adat berdoa menurut agama dan kepercayaan yang dianutnya , memohon kepada Allah yang maha kuasa  agar di berikan kemudahan, segala urusan dan hasil panen yang melimpah, dijauhkan dari segala macam marabahaya, diberi kesehatan serta ketentraman desa. 

Dengan adanya kegiatan bersih desa yang sempat fakum 2 tahun lebih warga masyarakat desa ngaglik  bersepakat untuk mengelar kesenian wayang kulit bertempat di depan rumah Suncoko , Kepala desa  dengan lakon  ' Petruk Jadi Ratu '    yang dimainkan oleh Ki MPP , Bayu Aji.

Disamping uri - uri budaya lokal dan kesenian wayang kulit , warga lokal desa juga bisa menjajakan dagangannya . Acara ini  dihadiri oleh  forkompincam dan Akd(Asosiasi kepela desa) Kasiman sebagai bentuk rasa sukur masyarakat atas nikmat yang telah di berikan Allah SWT, kepada warga desa setempat. 

Selain itu Kades Ngaglik. Suncoko , disela-sela acara tidak segan mengingatkan warga tetap menjalankan  protokol  kesehatan,memakai masker,dan jaga jarak untuk menjalankan aturan  pemerintah yang berlaku. mengingat negara ini masih belum sepenuhnya bebas dari, covid 19.pungkasnya. ( ARS )

Reporter.Aris. S .

Home » » Bupati Kediri Hadiri Kirab Budaya 1 Suro Di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri

Bupati Kediri Hadiri Kirab Budaya 1 Suro Di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri

Written By BBG Publizer on Sabtu, 30 Juli 2022 | 22.58


Kediri,OposisiNews.co.id -
 Harniditho Himawan Pramana orang nomor satu di kota Kediri bersama Ketua DPRD Kediri , Dodik Porwanto mengikuti acara tahun baru Hijriah ( Islam ), ritual kirab Budaya 1 Suro di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri dilaksanakan, Sabtu (30/7/2022). 


Ritual kirab budaya 1 Suro start dari balai desa Menang menuju ke Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Kemudian dilanjutkan para peserta kirab menuju ke Sendang Tirto Kamandanu. 

Dalam pelaksanaan acara tersebut  petugas gabungan polres Kediri dan kodim 0809 Kediri, melakukan pengalihan arus lalu lintas dititik rawan untuk mengurai kemacetan. 

"Pengamanan ritual kirab budaya 1 Suro ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan dan kegiatan bisa  berjalan dengan lancar dan aman terkendali,"jelas AKP Agus sudarjanto Kapolsek pagu.(DD).

Reporter.Dedy

Home » » Peserta memainkan pecut saat kejuaraan seni pecut samandiman HUT Kota Kediri Ke 1143, Jawa Timur

Peserta memainkan pecut saat kejuaraan seni pecut samandiman HUT Kota Kediri Ke 1143, Jawa Timur

Written By BBG Publizer on Senin, 25 Juli 2022 | 18.30


Kediri,OposisiNews.co.id -
Sabtu & Minggu(23 - 24/7/2022). Kejuaraan seni pecut samandiman dalam rangka HUT ke 1143 Kota Kediri diikuti oleh 130 peserta dari sejumlah daerah di pulau Jawa bahkan tidak sedikit peserta yang berasal dari luar pulau seperti :  Timika Papua, Bontang dan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. 

Pelaksanaan lomba memainkan Serta mengayunkan pecut  dilaksanakan di panggung terbuka area wisata Goa Selomangleng Kota Kediri.

Hanif  selaku ketua paguyupan Pecut Samandiman kota Kediri. Pada awak media mengatakan, bahwa pelaksanaan lomba pecut samandiman tahun ini ( 2022.red ) tidak lepas dari dukungan besar  Wali kota Kediri Abubakar.SE.

Lomba memainkan pecut samandiman dibagi Empat Katagori,Yaitu Katagori Tunggal Putri, Bebas Putri,Tunggal Putra dan Memainkan Pecut Bebas Putra , untuk masing-masing katagori akan ditetapkan oleh juri sebagai 5 terbaik Juara / katagori .

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Kediri yang Hadir di acara lomba juga mengatakan bahwa Lomba mengayunkan atau memainkan Pecut Samandiman Sangat dibutuhkan keterampilan dalam memainkannya serta dibutuhkan stamina kuat , aktor pelaku Seninya juga harus mampu memadukan dengan seni tari mengayunkan pecut yang biasa digunakan untuk seni tari Kuda Lumping atau Jaranan Kediri.

" Seni pecut samandiman merupakan aset seni dan budaya asli Kediri yang harus kita lestarikan dan menjadikan ikon Kota Kediri . Maka tidak salah jika lomba pecut sandiman sebagai salah satu ikon seni tari dan budaya Kediri kita lombakan di lokasi Area wisata Goa Selomangleng  yang merupakan distinasi wisata Goa peninggalan Kerajaan Kediri dilereng Gunung Klotok " , ujar Kadispora Kediri.

Adapun hasil penilaian dewan juri sebagai pemenangnya adalah...Nilai tertinggi .

Tunggal Putri :

1 - No 005 Aurora Entri  - Nilai 1.250.(Kota Kediri)

2 - No 002 Che Irin - 1210.(Kab Kediri)

3 - 004 Saidatur Rohmah - 1177.(Gresik)

4 - 003 Charizya Sherly -1176.(Kota Kediri)

5 - 008 Cantika - 1174.(Kediri)


Kategori Tunggal Putra Anak.

1 - 010 - Muhammad Addimi -1230 ( Sidoarjo)

2 - 004 - Dwi Sasongko - 1217 - Gresik

3 - Teguh Novian- 1177 - Probolinggo.

4- 005 - M.Fahri - 1153 - Jember.

5 - 012 - Jecko Febriansyah - 1145 - Probolinggo.


Kategori Bebas Putri

1 - 002 - Nila Gurotal A. -1335 - Nganjuk .

2- 005 - Suci Era A - 1310 - Kota Kediri.

3 - 012- Sabrina Enca Putri - 1294- Kota Kediri.

4 - 011- Laila  - 1288 - Nganjuk.

5 - 008 - Sani Lailina P.. - 1262 - Kota Kediri.


KATEGORI BEBAS PUTRA.

JUARA 1 - 059 - Sahrul  - 1308 - Blitar.

JUARA 2 - 011 -Satriya - 1302 - Lumajang.

JUARA 3 - 022 - Suhariadi - 1269 - Surabaya .

JUARA 4 - 038 - Wardiono - 1209 - Mimika Papua.

JUARA 5 - 008 - Gunadi - 1190 - Kutai .(DD )

Reporter: Dendy (DD).

Home » » Tari Remo Warnai Sedekah Bumi Desa Tambaksari

Tari Remo Warnai Sedekah Bumi Desa Tambaksari

Written By BBG Publizer on Sabtu, 04 September 2021 | 23.45


Pasuruan, OposisiNews.co.id -
Menghargai Adat dan Budaya leluhur sebagai kearifan lokal masih dipegang teguh Pemerintah Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (04/09/2021) pukul 09:00 Wib.


Adanya Pandemi Covid-19, tidak membuat surut masyarakat yang berpenduduk kurang lebih 1,6 ribu jiwa  yang tersebar di 4 Dusun yakni Ampelsari, Krai, Tambakwatu dan Gunungmalang ini memiliki 26 RT dan 8 RW untuk tetap menggelar Sedekah Bumi atau Jabutan.

Tradisi Jabutan berupa tumpeng yang  diganti dengan aneka palawija (Sayur dan buah), serta bermacam snack (Makanan ringan) kesukaan anak-anak dan lainya menjadi incaran warga yang hadir dan mengikuti acara jabutan .

Kepada awak media, Kepala Desa (Kades) Tambaksari, Jatmiko, mengatakan kalau pihaknya hanya meneruskan tradisi leluhur dan Nenek Moyang secara turun menurun sampai sekarang.

"Kami meneruskan tradisi leluhur serta melestarikan budaya. Semoga desa kami tetap sejahtera dan makmur serta rukun antar warga dan syukur Alhamdulillah selama ini warga aman dari Covid-19, " kata Jatmiko

Disinggung soal perijinan kegiatan, pria berpostur tinggi kurus itu menyampaikan, kalau pihaknya hanya pemberitahuan saja ke Forkopimcam Purwodadi.

Sri, salah satu warga Ampelsari sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Tambaksari, yang tidak melupakan adat serta tradisi peninggalan leluhur.

"Semoga dengan adanya sedekah bumi ini, kami warga Tambaksari tetap rukun dan damai serta sejahtera, juga terhindar dari pandemi covid-19," Ucap Sri.


Kegiatan Sedekah Bumi atau Jabutan di iringi dengan pertunjukan tari remo, asal Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang diadakan di 2 tempat, sumber kali Petung dan Balai Desa Tambaksari. (M-U).

Home » , » Pemuda Bhuwak dan Masyarakat Peduli Akan Lingkungan Makam Keramat Dalam Sejarah

Pemuda Bhuwak dan Masyarakat Peduli Akan Lingkungan Makam Keramat Dalam Sejarah

Written By indraneri4 on Kamis, 05 Agustus 2021 | 08.52



Bangkalan.OposisiNews.Co.Id - Sampah berserakan di lingkungan wisata makam keramat, Dusun Bhuwak Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, Kamis (05/08/2021).

Kondisi itu membuat anggota pemuda PRABHU Community bersama warga bergotong royong membersihkan sampah-sampah tersebut.


Pelaksanaan kerja bakti memunguti sampah dan membakar di lingkungan makam keramat Bujuk Sangger (Syah Abdul Basor) dan Bhujuk Deher (Syah Abdul Basir). 

Moch Sholeh selaku sekertaris organisasi pemuda menuturkan, pelaksanaan kerja bakti tersebut juga sebagai upaya untuk peduli menjaga kebersihan lingkungan.

"Kegiatan ini agar menjadi cerminan bahwa lingkungan yang bersih menentukan pola hidup sehat," terangnya.

Sholeh menambahkan, tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

"Rasa tanggung jawab akan kebersihan harus ditumbuhkan, demi kesehatan. Sehingga suasana lingkungan akan terasa nyaman," paparnya.(AIW)


Reporter:A.Indra Wijaya

Home » » PJ Bupati Ziarah ke Makam Bupati Sidoarjo di Komplek Boto Putih

PJ Bupati Ziarah ke Makam Bupati Sidoarjo di Komplek Boto Putih

Written By BBG Publizer on Rabu, 27 Januari 2021 | 19.41


SIDOARJO.OpisisiNews.co.id -
Ziarah ke makam mantan bupati Sidoarjo terdahulu menjadi salah satu agenda peringatan hari jadi Kabupaten Sidoarjo. Seperti yang dilakukan di hari jadi ke 162 Kabupaten Sidoarjo tahun 2021 ini. Pj. Bupati Sidoarjo, Hudiyono bersama Forkopimda Sidoarjo dan seluruh kepala OPD Sidoarjo berziarah ke masing -masing makam bupati Sidoarjo yang telah wafat. 

Ziarah pertama dilakukan di makam Bupati Sidoarjo R. Suriadi Kertosuprojo yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sidoarjo. Namun sebelumnya dilakukan upacara penghormatan kepada arwah para pahlawan kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga dan doa bersama di makam Bupati R. Suriadi Kertosuprojo yang pernah memimpin Sidoarjo  di tahun 1950-1958.

Selepas ziarah di makam Bupati R. Suriadi Kertosuprojo, peziarah dibagi menjadi tiga tim. Pj. bupati berziarah ke makam Bupati pertama Sidoarjo RT.Notopuro. Bupati yang bergelar RTP. Tjokronegoro I tersebut dimakamkan di makam Asri Hing Pendhem yang berada di belakang Masjid Agung Sidoarjo. Dari situ bergeser ke makam bupati ketiga Sidoarjo R.P. Sumodiredjo yang dimakamkan di tempat pemakaman yang sama.Rabu, 27/1/2021.

Dari makam Asri Hing Pendhem, rombongan Pj. bupati ziarah kemakam Tjondronegoro. Dimakam tersebut terdapat makam bupati R.A.A.P. Tjondronegoro I serta R.A.A. Tjondronegoro II dan R.A.A. Soejadi. Kemudian rombongan ziarah menuju makam Rekso Praloyo. Dimakam yang bersebelahan dengan makam Asri Hing Pendhem tersebut terdapat makam Bupati Sidoarjo Kolonel. Polisi. H. Soewandi.

Usai berziarah ke makam bupati Sidoarjo yang berada di Sidoarjo, rombongan bergerak ke makam Boto Putih Surabaya. Di makam tersebut terdapat makam bupati Sidoarjo ke dua, Kanjeng Djimad Djokomono. Bupati Sidoarjo yang bergelar RTAA Tjokronegoro II tersebut merupakan kakak kandung bupati Sidoarjo pertama.

Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan ziarah yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para bupati Sidoarjo. Dirinya mengatakan jasa besar para pemimpin Sidoarjo harus selalu diingat masyarakat Sidoarjo. Tanpa jasa mereka, Kabupaten Sidoarjo tidak akan bisa berkembang seperti saat ini.

Di Tempat terpisah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo Beny Airlangga Yogaswara SH,M.M berziarah ke makam mantan Bupati Sidoarjo H. A. Chudlori Amir di makam Islam Jetis Sidoarjo. Kemudian dilanjutkan berziarah ke makam bupati Bupati Sidoarjo R. H. Samadikoen di Dusun Pandan Kecamatan Pacet Mojokerto. Untaian doa dipanjatkan Benny Airlangga bersama pejabat lainnya kepada arwah bupati yang pernah memimpin Kabupaten Sidoarjo di tahun 1959 sampai tahun 1964 tersebut.

Sedangkan tim lainnya berziarah ke TMP Suropati Malang. Rombongan dipimpin oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman, AP,M.Si. Di TMP Suropati Malang terdapat pusara mantan Bupati Sidoarjo Kol.Pol. H.R. Soedarsono yang pernah memimpin Kabupaten Sidoarjo di  tahun 1965 sampai 1975. (Bag).

Reporter. Subagyo SH

Home » » Parade Seni Kebangsaan FKUB dilaksanakan ditengah Pandemi Covid 19

Parade Seni Kebangsaan FKUB dilaksanakan ditengah Pandemi Covid 19

Written By BBG Publizer on Sabtu, 12 Desember 2020 | 14.53


SIDOARJO - OposisiNews.co.id - 
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidoarjo, kemarin malam,menggelar Parade Seni Kebangsaan di Pendopo Delta Wibawa.jumat, 11/12/2020.

Parade Seni Kebangsaan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan FKUB sidoarjo setiap tahunnya. Kegiatan dibuka langsung oleh PJ Bupati Sidoarjo, Hudiyono.

Peringatan Parade Seni Kebangsaan ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Tampilan dari berbagai suku dan etnis lainnya yang bernaung dibawa FKUB Sidoarjo biasanya secara live , namun kali ini hanya beberapa yang live selebihnya dilaksanakan secara virtual.

Turut menyaksikan Pimpinan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, dan para pemuka agama di Se-Kabupaten Sidoarjo. 

“Hal ini, kita laksanakan sesuai aturan pemerintah untuk pencegahan penyebaran covid 19, dengan tetap tertib pada protocol kesehatan covid 19,” jelas K.H. Muhammad Khirom, Ketua FKUB Sidoarjo. 

Lebih lanjut, Khirom mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi, memperkuat ukhuwah watonia antar umat beragama, ini sangat diperlukan agar sidoarjo tetap terjaga dan kondusif.

Sementara PJ Bupati Sidoarjo, Hudiyono memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan Parade Seni Kebangsaan ini. 

Dan pada kesempatan ini pula, Hudiyono juga menyinggung bahwa Pilkada yang dilaksanakan Kabupaten Sidoarjo untuk tingkat partisipanya lebih dari 70%, berjalan dengan aman dan rukun.

“Parade Seni Kebangsaan ini merupakan kerukunan yang luar biasa sehingga mampu menjaga “keberagaman budaya masyarakat, “ ungkapnya.

“Dan sejauh ini, saya kira masyarakat sidoarjo sangat rukun dan sangat dewasa dalam menghadapi  perbedaan dalam segala hal. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada FKUB yang telah mengawal kerukunan umat beragama, ini menjadi modal bahwa ekonomi akan meningkat” lanjutnya. (Bag).

Reporter.Subagyo SH

Editor.Bambang PW

Home » » Kembangkan Potensi Pengrajin Batik, Disparbud gelar acara "Magetan Batik Festival 2020"

Kembangkan Potensi Pengrajin Batik, Disparbud gelar acara "Magetan Batik Festival 2020"

Written By BBG Publizer on Rabu, 09 Desember 2020 | 09.50


Magetan.OposisiNews.Co.Id-
Dalam rangka Meningkatkan Potensi dan Kemampuan Pengrajin Batik yang ada di Kabupaten Magetan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) gelar acara bertema 'Magetan Batik Festival 2020'.bertempat di Pendopo Surya Graha . Selasa, 8 Desember 2020.

Hadir dalam kegiatan MBF'20 diantaranya Bupati Magetan Dr.Drs. Suprawoto, SH, M.Si yang didampingi oleh Ir. Hergunadi, MT selaku Sekretaris Daerah, Kadis Disparbud Joko Trihono, S. Sos, M.Si, Jajaran Forkopimda dan Kepala OPD terkait, Perwakilan anggota DPRD Kab.Magetan, Para Pengrajin Batik dan Desainer Batik di Magetan, serta Seluruh Tamu undangan.

Saat Dikonfirmasi, Kadis Disparbud Joko Trihono, S. Sos, M.Si menyampaikan bahwa Kegiatan ini merupakan salah satu Agenda Disparbud yang Melibatkan Para Pengrajin Batik dan Desainer Batik di Magetan yang diikuti oleh 28 Peserta dari Beberapa Perwakilan Kelurahan maupun Desa di Kabupaten Magetan yang diharapkan supaya Batik Khas Magetan banyak dikenal dan digunakan oleh semua orang.

"Kegiatan ini merupakan salah satu Agenda Disparbud yang Melibatkan Para Pengrajin Batik dan Desainer Batik yang diikuti oleh 28 Peserta dari Beberapa Perwakilan Kelurahan maupun Desa di Kabupaten Magetan dan diharapkan supaya Batik khas Magetan banyak dikenal dan digunakan oleh semua orang, Kita sebagai warga Kabupaten Magetan harus bangga dengan apa yang kita miliki, salah satunya yakni Batik khas Magetan ini", Jelasnya

Beliau juga menambahkan bahwa Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Desainer Batik yang diharapkan bisa Memotivasi dan menumbuhkan Kreativitas para Pengrajin Batik supaya semakin banyak Batik-batik khas Magetan.

"Selain itu, Kami juga menghadirkan para Desainer Batik yang diharapkan bisa Memotivasi dan menumbuhkan Kreativitas para Pengrajin Batik supaya semakin banyak Batik-batik khas Magetan.di samping itu, Kegiatan ini merupakan gambaran-gambaran dari Potensi unggulan Magetan yang dituangkan dalam bentuk Batik khas Magetan" Pungkasnya.(Dimas-Dendi)

Home » » Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono Menyinggung Anomali antara Prestasi Duta Wisata dengan Kontribusi PAD yang Rendah

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono Menyinggung Anomali antara Prestasi Duta Wisata dengan Kontribusi PAD yang Rendah

Written By BBG Publizer on Kamis, 26 November 2020 | 18.33


SIDOARJO,OposisiNews.co.id-
Pemilihan duta wisata Guk & Yuk Sidoarjo 2020 diikuti 174 orang, terdiri dari 78 guk dan 96 yuk. Pada malam grand final yang tersisa 20 orang atau 10 pasang Guk dan Yuk.

Pada malam grand final, Guk Hadad dan Yuk Afi terpilih sebagai duta Wisata Kabupaten Sidoarjo 2020. Keduanya berhak mendapatkan hadiah masing-masing 1 motor dan trophy serta uang pembinaan. Rabu   25/11/2020 .

Guk Deka dan Yuk Ratna terpilih sebagai guk yuk persahabatan, kemudian Guk dan yuk Favorite yang terpilih yakni Guk Kemal dan Yuk Dita. Selanjutnya Guk dan Yuk Wakil Dua yakni Guk Ferdi dan Yuk Sinta, sedangkan Guk dan Yuk Wakil Satu yang terpilih yaitu Guk Azka dan Yuk Riska.

"Selama dua tiga tahun terakhir prestasi guk guk cukup membanggakan. Alumni guk Yuk pernah menjuarai kontes di Taiwan dan Thailand. Ada juga yang terpilih raki Jawa timur", kata Joko Supriadi Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga.

Keberadaan duta wisata tugas utamanya adalah mempromosikan potensi kepariwisataan, mengenalkan seni dan budaya daerah. Melalui duta wisata kunjungan wisata diharapkan setiap tahun ada kenaikan dan bisa memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun kondisi ini tidak selaras. Nyatanya, PAD pada sektor pariwisata hanya mampu menyumbang dibawah 1 persen saja.

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono menyinggung adanya duta wisata memang penting, namun keberadaannya bukan hanya sekedar menjaga tradisi dan budaya saja, adanya duta wisata mestinya menjadi sebuah ajang mempromosikan potensi wisata Sidoarjo 

"Melalui acara guk dan yuk ini merepresentasikan bahwa masyarakat Sidoarjo masih mempertahankan nilai-nilai budaya. Namun, Sidoarjo masih punya pekerjaan rumah (PR), karena tidak umum atau aneh bila prestasi duta wisata sampai tingkat nasional bahkan internasional tapi promosi wisata daerah sendiri masih lemah, dan pendapatan disektor wisata masih jauh dari harapan*, kata Cak Hud sapaan akrab Hudiyono.

Cak Hud menilai, "bila kita melihat dari sumbangsih kegiatan pariwisata sangat rendah sekali. PAD tertinggi dari industri 40 persen, kemudian dari sektor UMKM menyumbang 20 persen, sedangkan dari sektor pariwisata hanya 0,5 persen, masih rendah sekali pendapatan di sektor pariwisata".

"Ini menjadi PR kita bersama, saya berharap kepada duta pariwisata yang terpilih agar memiliki kepedulian mempromosikan potensi wisata Sidoarjo", katanya.

Jika melihat kondisi Sidoarjo, menyimpan potensi PAD yang cukup besar, di sektor ekonomi kreatif paling besar adalah di sektor wisata olahraga dan sektor pariwisata. Maka potensi wisata di kabupaten Sidoarjo menjadi tugas tersendiri dari dinas pemuda, olahraga dan pariwisata untuk mengenalkan dan mempromosikan ke publik.

"Ada 94 destinasi wisata di Sidoarjo yang perlu dikenalkan, dikembangkan jangan sampai kalah dengan daerah lain", ujar Cak Hud.

Seperti destinasi pulau Lusi dan wisata olahraga berkuda, kedua destinasi tersebut tidak ada di daerah lain di Jatim. (Bag).

Home » » Peringati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung Ke-815, Rampak Sarinah Sosialisasi Budaya Berkebaya

Peringati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung Ke-815, Rampak Sarinah Sosialisasi Budaya Berkebaya

Written By BBG Publizer on Minggu, 22 November 2020 | 20.55

HUT Tulungagung ke 815.doc

TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id-
Kebaya adalah warisan budaya Indonesia yang dipercaya sudah ada sejak masa para leluhur. Tumbuhnya kesadaran mengenai kekayaan budaya Indonesia membuat kebaya kembali menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.

Dengan semangat ingin melestarikan kebaya sebagai budaya asli Indonesia, Rampak Sarinah Tulungagung mengadakan Sosialisasi Budaya Berkebaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-815 di pendopo Kongas arum Kusumaning Bangsa. Minggu, (22/11/2020).

Bupati Tulungagung
Acara yang dibuka oleh Bupati Tulungagung juga dihadiri oleh Sekda Tulungagung, OPD terkait, dan peserta sosialisasi yang berjumlah kurang lebih 150 orang.

Dalam laporannya ketua panitia Rampak Sarinah, Rindu Rikat mengatakan maksud dan tujuannya untuk melestarikan kebaya sebagai  busana kabupaten. Rampak Sarinah Tulungagung bersama pelaku dan, pecinta budaya Tulungagung mengharapkan kedepan Kabupaten Tulungagung dapat menggunakan kebaya atau baju adat daerah sebagai seragam dalam bekerja maupun bersekolah yang digunakan pada hari tertentu dalam setiap minggunya.

Rindu Rikat.Ketua Panitia
Rampak Sarinah
"Dengan maksud melestarikan budaya berkebaya sebagai busana nasional dan mewujudkan program nasional yaitu pemajuan kebudayaan," ucapnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengatakan bahwa, sebagai Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini, nantinya akan mengkaji untuk menerbitkan aturan bagi ASN, pelajar, pegawai swasta maupun pejabat politik untuk bisa mengenakan kebaya atau baju adat daerah sebagai seragam dihari tertentu dalam setiap minggu.

 "Maka nantinya kita terbitkan aturan itu di Kabupaten Tulungagung akan memiliki budaya berbusana adat daerah dan dapat menjadi Lifestyle bagi generasi-generasi penerus bangsa serta dapat menjadikan ikon Tulungagung yang memiliki Kabupaten beragam budaya dan dapat mendorong bagi pengusaha maupun industri fashion di Kabupaten Tulungagung." ujar bupati.

Selain itu menurut Maryoto, budaya berkebaya tersebut merupakan budaya jawa yang harus di lestarikan bersama. 

"Dan jangan sampai generasi penerus kita nantinya tidak mengenal atau mengetahui tentang kebaya yang merupakan busana khas jawa yang biasa kita kenakan dalam acara – acara tertentu," pungkasnya.( AG )

Pewarta : A.purnomo.

Home » » Bersih Nagari Peringatan Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung

Bersih Nagari Peringatan Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung

Written By BBG Publizer on Kamis, 19 November 2020 | 06.36

Ketua DPRD Tulungagung Menyerahkan Pataka (panji) Lambang Kabupaten Tulungagung Kepada Bupati Maryoto Birowo  

Tulungagung .OposisiNews.co.id-
Pemerintah Kabupaten Tulungagung gelar acara Bersih Nagari dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung tahun 2020.

Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., bersama Forkompimda dengan penuh kidmat menyambut kedatangan arak–arakan peserta kirab Pataka atau Panji lambang daerah Kabupaten Tulungagung yang diiringi dengan dua buah tumpeng raksasa (Tumpeng lanang dan Tumpeng wadon) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Rabu,(18/11/2020).

Dalam masa Pandemi covid 19, arak-arakan dan prosesi Bersih Nagari tahun ini berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peserta dibatasi sesuai protokol kesehatan.

Arak–arakan di mulai dari halaman luar Pendopo. Rombongan pertama dari group drum band tradisional, diikuti raja dan ratu berserta prajurit dan penari serta pembawa panji (Pataka) Tulungagung dan 2 buah tumpeng raksasa berupa Tumpeng Lanang dan Tumpeng Wadon dan diikuti beberapa tokoh adat yang mengenakan pakaian tradisional Jawa.

Dalam prosesi peringatan Hari Jadi Ke-815 ditandai dengan Penyerahan Pataka lambang kabupaten Tulungagung dari ketua DPRD kepada Bupati Tulungagung dan di lanjutkan pemotongan tumpeng oleh Bupati Tulungagung.

Bupati Maryoto Birowo Saat Di Wawancara Sejumlah Awak Media 

Saat di wawancara usai acara Bersih Nagari, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan bahwa, penyelenggaraan puncak acara Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena penerapan prokes.

 “Kalau dulu terbuka dengan tamu undangan yang banyak, sekarang undangannya terbatas. Hal ini untuk penerapan protokol kesehatan, physical distancing,” ucapnya.

Bupati menyebut, acara bersih nagari saat ini sifatnya tidak mengundang massa. Seluruh undangan diharuskan melakukan penerapan prokes dengan ketat, termasuk mengenakan masker. “Yang nomor satu tetap penerapan protokol kesehatan. Mata rantai penularan Covid-19 harus diputus,” jelasnya.

Bahkan gunungan sesaji tumpeng yang bernama Buceng Lanang dan Buceng Wadon yang biasanya dibawa ke luar pagar Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso untuk diperebutkan masyarakat saat ini juga tidak dilakukan.

Rebut Gununhan oleh undangan di Halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso 

Kedua gunungan diperebutkan oleh undangan yang terbatas di dalam Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. "Dengan peringatan ini diharapkan mampu memacu semangat warga masyarakat Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan perekonomian warga Tulungagung guna memajukan pembangunan Kabupaten Tulungagung kedepan yang menuju Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto," harap Bupati.

Setelah dilakukan do’a bersama, tumpeng buceng lanang dan wadon dibawa keluar untuk diperebutkan para warga. Seperti yang di ketahui, peringatan Hari Jadi Tulungagung selalu digelar pada tanggal 18 November.

Penentuan hari ulang tahun tersebut mengacu pada Prasasti Lawadan yang terdapat di Desa Wates Kecamatan Campurdarat. Dalam prasasti itu tertulis Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa, yang artinya Jumat Pahing 18 November 1205. ( AG )

Pewarta : A.purnomo.
Home » » Pj Bupati Hudiyono Akan Bangun Dermaga, Kembangkan Wisata di Kepetingan

Pj Bupati Hudiyono Akan Bangun Dermaga, Kembangkan Wisata di Kepetingan

Written By BBG Publizer on Rabu, 21 Oktober 2020 | 17.02


SIDOARJO,OposisiNews.co.id -
Dusun Kepetingan desa Sawohan kecamatan Buduran kabupaten Sidoarjo, menyimpan potensi wisata religi dan wisata air yang bisa mendatangkan banyak orang, namun belum tergarap dengan baik. Misalnya saja belum dibangunnya dermaga yang layak untuk para wisatawan yang datang berkunjung ke makam Dewi Sekardadu. Setiap hari libur, terutama hari Minggu makam ini ramai dikunjungi para peziarah.

Di makam Ibu dari Sunan Giri ini, setiap tahun menjadi jujugan nelayan kupang desa Balongdowo kec Candi saat melakukan ritual Nyadran. Ratusan bahkan ribuan peziarah datang pada waktu masuk bulan maulud nabi Muhammad SAW atau 1 Muharram.

“Potensi daya tarik wisatawan untuk datang ke makam Dewi Sekadadu ini cukup tinggi, perlu adanya sentuhan dan konsep pengembangan wisata religi, termasuk wisata air. Jika banyak pengunjung yang datang ke sini otomatis potensi usaha makanan atau kuliner juga jalan. Dermaga juga harus dibangun karena saya melihat tadi waktu perahu sandar penumpang kesulitan untuk turun. Saya sudah minta Camat Buduran segera melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait membuat konsep pengembangan wisata di Kepetingan ini”, kata Hudiyono. Selasa, 20/10/2020.

Musholla yang ada di komplek makam Dewi Sekardadu jika musim hujan datang selalu kebanjiran. Warga mengusulkan kepada Pj Bupati Hudiyono untuk merenovasi dengan ditinggikan 1 meter lagi supaya tidak banjir.

“Untuk renovasi peninggian mushola akan kita kerjakan tahun ini, tadi saya sudah mendapat laporang dari warga kalau musim hujan mushola yang terletak di makam Dewi Sekardadu selalu banjir sampai masuk ke dalam. Kita akan tinggikan sekitar 1 meter lagi”, katanya. (Bag)

Home » » Pemkab Tulungagung Gelar Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas

Pemkab Tulungagung Gelar Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas

Written By BBG Publizer on Sabtu, 05 September 2020 | 06.53

Add. Bupati Tulungagung Bersama Forkopimda Saat Mengikuti Prosesi Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas
Tulungagung.OposisiNews.co.id-Jamasan Pusaka kabupaten Tulungagung yaitu Tombak Kanjeng Kyai Upas kembali digelar pada tahun 2020.

Acara siraman/jamasan Tombak Kyai Upas ini dilaksanakan pada tanggal 16 bulan suro, yang pada penanggalan Jawa tahun ini jatuh pada hari  jum’at pon. (04/09/2020).

 Dalam prosesi siraman yang digelar dengan menggunakan berbagai macam sesaji serta diiringi Gending Monggang, acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., dan Anggota Forkopimda  serta pimpinan OPD  lingkup Pemkab Tulungagung.

Menurut Ketua panitia kegiatan, Drs. Bambang Ermawan, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, tujuan di laksanakan acara tersebut untuk mengembangkan nilai-nilai tradisi budaya para leluhur yang adiluhung.

"Melestarikan kekayaan tradisi budaya di kabupaten sebagaimana yang tertuang dalam pokok pikiran kebudayaan daerah, serta mewujudkan program nasional yaitu memajukan kebudayaan," paparnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengatakan bahwa, prosesi Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas pada tahun ini dilaksanakan dalam masa Pandemi covid 19.

"Untuk itu anjuran protokol kesehatan hendaknya selalu kita patuhi,"ucapnya.

Selanjutnya Bupati mengajak kepada seluruh undangan yang hadir, supaya bersama berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Tulungagung tetap Kondusif, aman serta terhindar dari segala mara bahaya dan semakin sejahtera.

"Sekaligus ungkapan syukur atas anugrah Tuhan yang telah di berikan kepada kita," tuturnya.

Pada siraman kanjeng Kyai Upas ini selalu disertai dengan perlengkapan sesaji berupa Tirta Nawa yaitu  air dari sembilan mata air (Air Panguripan dari Goa Tritis, Air bilik tengah, Air buntut, Air tempuran, Air Gotehan, Air kelapa, Air Sumur, Air Deresan Randu dan Air deresan Pisang) serta mengikut sertakan Ayam Sapta atau tujuh macam ayam jantan yaitu Mas Kumambang, Rajegwesi, Ayam Cemani, ayam putih mulus, ayam walik, ayam tulak, dan ayam biasa.

Acara yang dilakukan rutin setiap tahun pada bulan Suro ini untuk membersihkan bilah tombaknya dengan panjang bilah kurang lebih 35 Cm, dengan ciri-ciri didalam bilah tombak bagian bawah ada tulisan hijaiyah/arab dari emas bertuliskan lafal Allah – Muhammad. ( Ag.P)

Pewarta : A.purnomo.

Home » » MUDIK TAK DILARANG: Indonesia Potensial Melompat Lima Besar Negara Paling Terpapar Covid-19

MUDIK TAK DILARANG: Indonesia Potensial Melompat Lima Besar Negara Paling Terpapar Covid-19

Written By BBG Publizer on Sabtu, 04 April 2020 | 10.08

OposisiNews.Co.Id – Ketika tulisan ini dibuat, 3 April 2020, lima negara yang paling terpapar Covid-19 sebagai berikut. Amerika Serikat rangking pertama (245.380 kasus), Spanyol (117.710 kasus), Itali (115.242 kasus), Jerman (85.263 kasus), dan Cina (81.620 kasus).

Jika pemerintah tak melarang dengan keras mudik lebaran, besar kemungkinan Indonesia segera melejit masuk ke dalam lima besar negara yang paling terpapar Covid-19.

Hitung-hitungannya sangat sederhana. Tahun lalu, dari wilayah Jabotabek saja, jumlah yang mudik mencapai angka 14,9 juta penduduk. Angka ini membengkak jika ditambah penduduk kota besar lain.

Katakanlah kita tetap asumsikan mudik tahun 2020 di angka 14,9 juta untuk seluruh Indonesia. Di kampung halaman, mereka akan berinteraksi dalam kultur komunal. Mereka berjumpa keluarga besar, tetangga, sahabat.

Katakanlah rata-rata 1 orang yang mudik berinteraksi dengan 3 orang lainnya. Maka mudik menyebabkan interaksi sekitar 45 juta penduduk Indonesia.

Jika 1 persen saja dari jumlah populasi paska mudik itu terpapar Covid-19, artinya setelah mudik akan ada 450 ribu penduduk Indonesia menjadi korban. Angka itu bahkan sudah melampaui populasi Amerika Serikat yang kini berada di puncak negara paling terpapar virus corona.

Lalu dikatakan, mereka yang mudik dihimbau karantina 14 hari. Atau yang pergi atau pulang mudik statusnya menjadi ODP, PDP. Tapi jumlah sebanyak 14,9 juta itu akan diisolasi dimana? Cukupkah infrastuktur kesehatan kita mengurus populasi sebanyak itu?

Kondisi sekarang saja banyak rumah sakit dan tenaga medis menjerit kekurangan fasilitas. Untuk situasi saat ini saja jumlah pasien yang mati di Indonesia lebih banyak dibandingkan yang sembuh.

Bagaimana infrastuktur kesehatan kita siap dan mampu menampung lonjakan korban pasca mudik.

Sekjen MUI cukup sensitif dan berani menyatakan mereka yang mudik dari wilayah pandemik hukumnya haram. Bukan dalil agama yang akan ditekankan di sini. Namun sekjen MUI mencoba meminimalkan orang mudik menggunakan instrumen yang ia kuasai.

Tetaplah yang paling efektif melakukan intervensi mudik adalah pemerintah pusat. Hingga tulisan ini dibuat sikap Jokowi belum sekeras yang diharap.

Juru bicara menyatakan pemerintah membolehkan mudik dengan catatan. Lalu mensekneg meralat bahwa pemerintah menghimbau tidak perlu mudik. Yang tak mudik akan diberikan insentif ekonomi.

Tapi seberapa efektif himbauan itu? Padahal resiko mudik adalah Indonesia segera melompat menjadi lima besar negara paling terpapar Covid-19.

Sebelum telat, dan agar pemerintah pusat tidak disalahkan, Jokowi agaknya perlu mempertimbangkan dua hal. Pertama, melarang mudik, yang diikuti kontrol ketat pihak keamanan di semua jalur mudik.

Kedua, carikan solusi untuk mereka yang ingin pulang kampung karena kesulitan ekonomi untuk hidup di kota masa kini.

Jokowi sudah umumkan paket menyeluruh untuk Covid-19 dengan total 405 trilyun. Publik perlu diberi informasi rinci. Mereka yang tak bisa mudik, yang ekonominya merosot untuk kebutuhan dasar, bagaimana agar mereka mudah mendapatkan akses program itu.

Virus Corona di dunia semakin cepat menyebar karena momen hari raya imlek 25 Januari 2020. Di Indonesia, mudik dan lebaran mediumnya, bukan Imlek.

Ini memang situasi tak normal. Mudik biasanya begitu hangat dan menggembirakan. Kini mudik justru menakutkan. Namun Jokowi berada dalam posisi menentukan bagaimana mudik 2020 akhirnya dikenang.(Red*)

Home » » Dukung Pemerintah Cegah COVID-19, Etnis Boru Gelar Ritual Hapun Angin

Dukung Pemerintah Cegah COVID-19, Etnis Boru Gelar Ritual Hapun Angin

Written By BBG Publizer on Selasa, 24 Maret 2020 | 22.06

FLOTIM, OPOSISINEWS.CO.ID- Komunitas Etnis Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur mendukung Pemerintah dalam upaya menanggulangi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) yang kini sedang mewabah di alam jagat raya. Dukungan tersebut dilakukan dengan cara menggelar ritual tolak bala yang disebut Hapun Angin, Minggu (22/3/2020).

Kepala Desa Boru, Benediktus Baran Liwu, mengatakan Ritual Hapun Angin merupakan ritual turunan komunitas adat Boru yang mempunyai nilai pendekatan spiritual antara manusia dengan Sang Pencipta serta manusia yang hidup dengan leluhur dan diyakini dapat mengusir segala sesuatu yang sifatnya mengancam keselamatan manusia, seperti wabah penyakit, dan hama pada tanaman.

"Secara budaya Boru, ritual ini dinamakan ritual Hapun Angin, diyakini dapat menghilangkan segala penyakit yang datang. Dengan ritual ini segala penyakit dapat di bawah kembali oleh air dan angin" tutur Benediktus.

Kendati telah dilakukan ritual tersebut, Benediktus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mentaati himbauan Pemerintah dengan menerapkan pola hidup sehat, kurangi aktivitas di luar rumah, menjauhkan diri dari kerumunan massa, tidak bepergian ke luar daerah serta tidak menyebarkan berita hoax terkait COVID-19.

"Walaupun kita sudah berdoa, sudah buat adat, tetapi kita pribadi tidak menjaga kesehatan ya sama saja", ujarnya.

Disaksikan Oposisi News,  pelaksanaan ritual tersebut berawal di rumah adat, dihadiri oleh para sesepuh dan semua laki-laki dewasa. Ujud doa dan mantrapun dilantunkan oleh para sesepuh. Selanjutnya berpindah lokasi pada daerah perbatasan yang mempunyai aliran sungai.

Dipilihnya lokasi tersebut, kata Dominikus yang adalah seorang sesepuh, daerah tersebut merupakan pintu masuk Kabupaten Flores Timur,  selain itu untuk daerah aliran sungai diyakini dapat membawa semua wabah penyakit yang ada di wilayah tersebut.

Selanjutnya, para sesepuh bersama rombongan mengarak menuju empat penjuru wilayah desa untuk melakukan ritual pagar kampung. Ritual tersebut diyakini dapat menghadirkan leluhur  untuk menjaga dan melindungi wilayah tersebut dari segala bentuk serangan. (AL)
Home » » Plt.Kadispendikpora Kabupaten Tulungagung Berikan Penghargaan Pada Pemenang FDP 2020

Plt.Kadispendikpora Kabupaten Tulungagung Berikan Penghargaan Pada Pemenang FDP 2020

Written By BBG Publizer on Minggu, 15 Maret 2020 | 18.12

Peserta FDP dari tingkat SMA/SMK usai menerima penghargaan dari Plt. Kadisdindikpora, kab.Tulungagung
Tulungagung,OposisiNews.co.id- Kabupaten Tulungagung merupakan Barometer untuk wilayah di Jawa Timur dalam hal pelestarian seni dan budaya warisan nenek moyang, utamanya pada seni wayang. Meskipun mungkin agak berbeda dengan tempo dulu, wayang tetap menanamkan nilai - nilai luhur di dalamnya,sehingga tidak lekang oleh perubahan zaman.

Dewan Pengamat
 saat membacakan juara
 FDP 2020
Seperti yang di sampaikan Plt.Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono saat menutup kegiatan Festival Dalang Pelajar tahun 2020, di Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa, Jl. R.A Kartini, Utara Aloon - Aloon Kabupaten Tulungagung. Sabtu, (14/03/2020).

"Festival Dalang Pelajar memang rutin di gelar setiap tahun, sebagai wadah penyaluran bakat untuk mengembangkan dan melestarikan seni wayang kulit di Tulungagung, mulai dari  tingkat SD/MI, tingkat SMP/Mts, dan tingkat SMA/SMK baik negeri maupun swasta. Selain itu sebagai pendidikan karakter bagi anak-anak," ucapnya.

Ia berharap, kegiatan Festival Dalang Pelajar terus berlanjut dari tahun ke tahun untuk menumbuhkan dan melestarikan semangat cinta terhadap budaya tanah air.
"Semoga kegiatan ini terus berlanjut. Kalau kita tidak mau melestarikan budaya kita, siapa lagi yang akan melakukannya," tandasnya.

Dalam kesempatannya, Dewan Pengamat Festival Dalang Pelajar, Kukuh Ridho Laksono, S.Sen., menyampaikan bahwa, Festival Dalang sangatlah berbeda dengan kompetisi lainnya.

"Pada Festival Dalang ini sebenarnya bukan cuma mencari pemenang,tapi yang lebih penting menumbuh kembangkan semangat cinta terhadap budaya tanah air, khususnya wayang kulit," ucapnya.

Ia mengakui bahwa, perkembangan seni wayang kulit di Tulungagung sangatlah pesat. Hampir setiap saat ada pagelaran wayang kulit, mulai dari orang hajatan dan lain sebagainya. Untuk itu ia berpesan kepada para peserta Festival Dalang Pelajar untuk lebih mendalami dalam hal menggunakan kesenian tersebut.

"Dalam hal melakonkan pagelaran wayang, penggunaan wayang harus di perhatikan. Sabet dalam pedalangan itu tidak melulu pada perangnya wayang. Sabet meliputi tancepan, pola wayang, posisi wayang, dan masih banyak lagi," tuturnya.

Di tempat yang sama, panitia kegiatan M.Gufron, mengatakan bahwa, Festival Dalang Pelajar tahun 2020 masih tetap menggunakan 5 kategori, yakni kategori Dalang Catur terbaik, kategori Dalang Penyaji terbaik, kategori Dalang Sabet terbaik, kategori Dalang berbakat, dan kategori Dalang Mumpuni. Untuk cerita yang dibawahkan harus sesuai dengan pakem yang ada.

"Untuk cerita atau lakon yang di bawakan disesuaikan dengan kemampuan peserta, Sehingga ada yang membawakan cerita Mahabarata atau Ramayana," tambahnya.

Dari hasil penilaian Dewan Pengamat pada Festival Dalang Pelajar tahun 2020 yang berlangsung selama dua hari, yang di ikuti peserta mulai dari tingkat SD/MI, SMP/Mts, dan juga di tingkat SMA/SMK baik negeri dan swasta, maka di putuskan ketetapan sebagai berikut :

Plt. Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga, Kabupaten Tulungagung, usai memberikan penghargaan pada peserta FDP 2020
Untuk Tingkat Sekolah Dasar :

Untuk kategori Dalang Berbakat, juara 1 di raih oleh Fikri Deva Saputra, dari SDN 1 Bungur, Kecamatan Karangrejo, sedangkan juara 2 di raih oleh Muhamad Bayu Saputra, dari SDN2 Sukoharjo, Kecamatan Bandung.

Untuk kategori Dalang Catur terbaik, di raih oleh Opera Flamboyan Jingga, dari SDN1 Bulus, Kecamatan Bandung.

Untuk kategori Dalang Sabet terbaik, di raih oleh  Ridho Fajri Fadillah, dari SDN1 Bandung, Kecamatan Bandung.

Untuk Dalang Penyaji terbaik, juara1 di raih oleh Ahmad Faza Shidqul Aziz Yusuf, dari SDI AL-MUBAROK. Juara ke-2 di raih oleh Frilian Tri Ardhiantara,.dari SDN3 Pojok, Kecamatan Campurdarat, dan untuk juara ke-3 di raih oleh Andhika Muhammad muhlis Saputra, dari SDN1 Botoran, Kecamatan Tulungagung.

Sedangkan untuk kategori Dalang Mumpuni, di raih oleh Dani Aji Cahyo Bawono, dari MI AL-AZHAR, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

Untuk tingkat SMP :

Untuk kategori Dalang Catur terbaik, juara 1 diraih oleh, Nicko Devany Angga Saputra, dari SMPN2 Tulungagung. Sedangkan untuk juara ke-2 di raih oleh Muhamad Yunus Zakaria, dari SMPN1 Boyolangu.

Untuk kategori Dalang Sabet terbaik, Juara 1 di raih oleh, Miftahul Ulumudin, dari Mts. Sunan Kalijaga, Kecamatan Kalidawir. Sedangkan untuk juara ke-2 di raih oleh Muhammad Yusuf.Maulana, dari SMPN.3 Kedungwaru.

Untuk kategori Dalang Penyaji Terbaik, juara 1 di raih oleh, Ahmad Arifin, dari SMPN1 Ngunut.

Untuk tingkat SMA :

Untuk kategori Dalang Catur terbaik di raih oleh, Aufa Fairuzdhiar Virgianza, dari SMAN1 Kauman.

Untuk kategori Dalang Sabet terbaik di raih oleh, Tito Tirto Wicahyo,dari SMKN1 Tulungagung.

Untuk kategori Dalang Penyaji terbaik, juara 1 di raih oleh Ulung Dwi Santoso, dari SMAN1 Tulungagung, sedangkan juara ke-2 di raih oleh Andika Malia Pratama Putra, dari SMKN3 Boyolangu.( AG.P )

Reporter : A.purnomo.

  • wordpress gallery slideshow
  • wordpress gallery slideshow
  • wordpress slideshow widget
  • wordpress slideshow widget

OPOSISI VERSI CETAK


OPOSISI ADVERTISE




CHANAL YOUTUBE

OPOSISI RECENT POST

    Oposisi Arsip